Rabu, 30 Juni 2010

Situs Lowongan Kerja Online

Bagi yang senang memncari halbaru terutama dalam karis, saya ada koleksi situs2 online yang memberikan informasi lowongan kerja semoga bermanfaat.
  1. http://www.karir.com
  2. http://id.jobstreet.com
  3. www.lowongan-pekerjaan.com
  4. www.bursa-lowongan.com
  5. www.datakarir.com
  6. jakjobs.com
  7. www.jobindo.com
  8. bursa-kerja.ptkpt.net
  9. www.lapangankerja.com
  10. www.nakertrans.go.id
dan masih banyak lagi yang lain kalau mau mencari yang lebih banyak lagi searching aja di

Menjadi seorang freelancer?









----------------
  1. Selalu baik terhadap klien, jangan selalu menanyakan tentang project yang kita kerjakan… misalnya seperti kehidupannya dia, sehat or tidak, bagaimana dengan keluarganya. Semakin dia nyaman dengan kita, semakin baik hubungan maka…kerjaan akan mengalir kepada kita
  2. Apabila kerjaan kamu load (apabila kamu sudah dapat memegang 5-7 project sekaligus), jangan ragu untuk outsourcing ke temen-temen kamu yang mempunyai potensi yang baik. karena jangan sampai kita mengecewakan klien (dari kualitas hasil dan waktu)
  3. Selalu bertukar pikiranlah untuk mengasilkan kualitas yang baik, tapi jangan sampai kamu terbawa arus olehnya…yang nantinya akan timbul revisi-revisi yang tidak diinginkan
  4. Jangan jadikanlah Freelance online agent ini sebagai pegangan hidupmu, kenapa? karena secara tidak langsung kamu akan dirugikan oleh potongan2 dan tidak membuat dirimu mandiri untuk menjadi freelance sejati (halah… apasih? :D ), jadi diusahakan di freelance online agent hanya sebagai tempat mengumpulkan banyak teman (yang pasti bisnis, bukan temen main) dengan jangka panjang long term relationship. alhamdulillah saat ini banyak klien yang mengajak aku untuk project lanjutan tanpa menggunakan freelance online agent
  5. Say hey to your old client. basa basi untuk long term project, bisa melalui Yahoo messanger, email, or skype
  6. Jangan buat dirimu jenuh dengan load pekerjaan yang menumpuk, usahakan punya planning untuk VACATION and DONT DISTURB BY YOUR CLIENT
  7. Menabunglah, karena kita tidak tahu sampai kapan kita akan mendapatkan pekerjaan ini. mungkin saja dalam 1-2 kita belum dapat project. so… survive your self and your family :)
  8. Berani menolak pekerjaan, apabila kerjaan kamu sudah mempunyai load yang tinggi atau kamu mempunyai hanya 1 pekerjaan yang diharuskan menghasilkan kualitas yang baik (hal ini mungkin bisa menjadi referensi portfolio yang diandalkan)

Dengan 8 other tips and trick ini, mampu membuat kamu lebih handal dalam dunia persilatan freelance online. jangan mudah menyerah dan gak perlu takut. karena menurutku pekerjaan ini hanya mempunyai resiko yang kecil dengan hasil yang banyak. (copy from http://www.ruangfreelance.com)




Find more freelance jobs



Prosedur Pemesanan

Prosedur pemesanan (Wajib Baca Sebelum Melakukan Transaksi )



A. Cara ORDER CEPAT melalui SMS :
1. Sebutkan nama lengkap sesuai KTP
2. Sebutkan alamat lengkap
3. Sebutkan produk dan jumlah yang anda pesan
4. untuk transfer Via ATM

Contoh SMS :
Doni, pesan 2 unit Kacamata MP3 Blutooth, Jl Beringin Utara No 3A RT01 RW02 Kelurahan Medangan Kecamatan Randusari, solo 50252 - jawa tengah.
- Selanjutnya kami akan membalas total harga + ongkos kirim
- Konfirmasikan pembayaran anda setelah transfer via SMS

Pembayaran Order ke
Rekening Muamalat(shar'e)
No.Rek. sms dulu
a/n suharyanto


Call/SMS : HERY 0251-9728537
email : herie.99@gmail.com

Selasa, 29 Juni 2010

Data Sample Magento di Web Hosting


MagentoSetelah kita sukses meng-install Magento Commerce dalam web hosting, kita bisa mengisinya dengan data sample yang disediakan oleh Magento Commerce. Hal ini karena hasil instalasi standar Magento Commerce tidak menyertakan data sample alias kosong. Posting ini akan menyajikan langkah demi langkah menambahkan data sample Magento Commerce ke dalam instalasi demo Magento Commerce di web hosting.

Download dan Upload Data Sample

Data sample atau contoh Magento Commerce berbentuk zip file yang bisa di-download dari alamat: http://www.magentocommerce.com/downloads/assets/1.2.0/magento-sample-data-1.2.0.zip. Setelah kita men-download-nya, langkah berikutnya adalah meng-upload-nya ke server tempat hosting kita. Untuk meng-upload-nya kita bisa menggunakan File Manager yang disediakan oleh cPanel web hosting tersebut, atau menggunakan program FTP client seperti FileZilla. Gambar berikut ini menunjukkan FileZilla siap men-transfer file data sample Magento ke server web hosting.

FileZilla

Bila Anda mempunyai akses Console ke server, Anda hanya perlu login remote SSH ke server dan mengetikkan perintah berikut ini:

wget http://www.magentocommerce.com/downloads/assets/1.2.0/magento-sample-data-1.2.0.zip

Dengan demikian Anda tidak perlu men-download-nya ke komputer Anda dan meng-upload-nya kembali ke server. Download hanya akan dilakukan dari server, tidak memakai bandwidth Anda.

Ekstrak dan Copy Media

Berikutnya, masuk ke cPanel, lalu buka File Manager. Cari file magento-sample-data-1.2.0.zip di tempat kita meng-upload-nya menggunakan FTP tadi, lalu ekstrak file tersebut. Gambar berikut ini menunjukkan cPanel dan icon Extract yang mesti kita klik untuk mengekstrak file zip data sample Magento tersebut.

Extract

Setelah di-ekstrak, copy folder media ke instalasi demo Magento Commerce di server kita. Dalam demo ini, saya meng-copy file tersebut ke direktori /demo/magento, relatif terhadap direktori Home saya. Untuk meng-copy-nya kita bisa menggunakan File Manager di cPanel. Gambar berikut menunjukkan File Manager sedang meng-copy file sample data tersebut ke direktori /demo/magento.

Copy file

Meng-Upload Data MySQL

Selain file-file media yang berisi gambar produk, data sample Magento Commerce juga berbentuk script SQL yang harus kita upload ke sebuah database MySQL. Agar tidak mengganggu database MySQL instalasi standar Magento Commerce, sebaiknya kita membuat database MySQL baru yang akan memuat data-data sample.

Kemudian gunakan fasilitas cPanel yaitu phpMyAdmin untuk meng-upload data-data SQL ke database MySQL yang baru saja kita buat. Gambar berikut ini menunjukkan icon phpMyAdmin dalam cPanel. Klik icon tersebut.

phpMyAdmin

Sebelumnya ekstrak juga file data sample Magento di komputer lokal kita sehingga kita bisa mengakses file magento_sample_data_for_1.2.0.sql. Lalu gunakan menu phpMyAdmin untuk meng-import data tersebut ke database MySQL yang baru saja kita buat. Perhatikan gambar berikut ini, pastikan database yang dipakai adalah database yang baru saja kita buat (dalam demo ini saudagar_demomg2), terus klik tab Import, lalu browse file data magento_sample_data_for_1.2.0.sql.

Import database

Klik tombol Go untuk memulai upload data. Tunggu beberapa saat, setelah sukses, layar akan menampilkan pesan bahwa proses import berhasil, seperti terlihat dalam gambar berikut ini.

Import berhasil

Oke, file dan data sample Magento Commerce sekarang sudah ter-upload ke server. Berikutnya adalah menghubungkan data sample ini dengan instalasi demo Magento Commerce yang sudah ada sebelumnya.

Edit File local.xml

Langkah berikutnya adalah mengedit file /demo/magento/app/etc/local.xml. File ini mengandung informasi koneksi database yang dipakai oleh instalasi demo Magento Commerce. Kita perlu mengubahnya dengan koneksi ke database yang mengandung sample data.

Buka file local.xml dalam cPanel, lalu klik icon Edit. Setelah muncul dalam editor cPanel, cari node . Kita perlu mengubah nilai untuk , , , dan . nilainya kita kosongkan karena database data sample tidak mengandung prefiks. Isi nilai , , dan sesuai dengan yang kita tentukan pada saat membuat database sample.

Gambar berikut ini menunjukkan file local.xml dalam editor cPanel, dan perubahan yang saya lakukan terhadap file tersebut.

Local.xml

Selesai! Instalasi Magento Commerce kini telah terisi dengan sample data.

Kesimpulan

Meng-install Magento Commerce di web hosting memang cukup mudah. Namun sayangnya instalasi default menggunakan Softaculous tidak menyertakan data-data sample sehingga kita tidak bisa mencoba fitur dan kemampuan Magento Commerce. Dengan sedikit langkah-langkah tambahan yang saya uraikan dalam posting ini, kita bisa meng-upload data sample tersebut dan mencobanya. Selamat mencoba!

Install Magento 1.3 secara Manual di Web Hosting


Magento CommerceMagento Commerce CE (Community Edition) kini sudah mencapai versi stabil 1.4. Auto installer seperti Softaculous di web hosting biasanya sudah meng-update dirinya sendiri dengan meng-install Magento versi 1.4 secara otomatis. Namun banyak di antara pemakai Magento yang masih menginginkan versi 1.3. Posting ini adalah panduan cara install Magento Commerce 1.3 secara manual di web hosting.

Versi Magento yang lebih baru tentunya membawa fitur-fitur baru yang tidak terdapat dalam versi sebelumnya. Namun sayangnya versi baru tersebut tidak sepenuhnya kompatibel dengan versi-versi sebelumnya terutama dalam penggunaan theme / layout / skin. Banyak theme-theme Magento yang jalan bagus di versi 1.3 namun menjadi berantakan di versi 1.4. Oleh karena itu sambil menunggu theme kesayangan di-update ke Magento Commerce 1.4 untuk sementara kita masih menggunakan Magento 1.3 dulu.

Dalam posting ini saya akan mendemokan instalasi manual Magento 1.3 dalam sebuah domain di web hosting. Saya menggunakan domain trusmi.com yang akan saya pakai sebagai toko online yang dijalankan oleh Magento 1.3. Anda bisa menggunakan web hosting mana saja yang mendukung Magento.

Download Magento 1.3.2.4

Magento 1.3 tersedia dalam bentuk file yang berukuran kurang lebih 16,5 MB. Setelah di ekstrak, Magento-nya sendiri akan membutuhkan tempat di disk kira-kira 100 MB.

Untuk mendownload Magento 1.3, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Buka browser, arahkan ke http://www.magentocommerce.com/download. Kemudian klik tab Release Archives. Dalam Release Archive terlihat berbagai macam versi Magento yang bisa kita download. Pilih ver 1.3.2.4.

    Pilih versi download

  2. Pilih format yang disediakan, disarankan pilih format .zip agar gampang di-ekstrak di mana saja. Tunggu sesaat, window downloader akan ditampilkan, lalu klik tombol OK.

    Window downloader

    Setelah download selesai, sebuah file bernama magento-1.3.2.4.zip akan tersimpan di hard disk lokal.

Alternatif download: SVN

Selain men-download file secara langsung, kita juga bisa men-download Magento 1.3 menggunakan software klien svn (subversion). Di lingkungan sistem operasi linux, svn biasanya sudah ter-install secara otomatis dan bisa dijalankan dari window terminal.

Apabila Anda menggunakan svn dari terminal Linux, ketikkan perintah berikut ini untuk men-download Magento 1.3:

$ svn checkout http://svn.magentocommerce.com/source/branches/1.3

Jika Anda men-download Magento 1.3 menggunakan svn, hasil download Anda akan ditambahin direktori .svn di semua sub-direktori. Tentu saja direktori .svn ini tidak diperlukan di server produksi, dan hanya akan menghabiskan disk saja. Kita bisa menghilangkannya dengan mengetikkan perintah berikut ini:

$ rm -rf `find . -type d -name .svn`

Jika Anda menggunakan Windows, Anda bisa menggunakan program seperti TortouiseSVN untuk men-download Magento 1.3 dari server svn.

Upload ke Web Hosting

Setelah Magento kita download, langkah selanjutnya adalah meng-upload-nya ke web hosting. Untuk melakukan upload file kita bisa menggunakan software FTP client seperti FileZilla, atau menggunakan cPanel File Manager. Dalam posting ini saya akan menggunakan FileZilla untuk mentransfer file dari komputer lokal ke web hosting.

Untuk melakukan upload file menggunakan FileZilla, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Buka FileZilla, isi Host dengan nama domain kita. Dalam contoh ini saya menggunakan host trusmi.com. Isi username dan password dengan data yang diberikan oleh webhoster Anda. Klik tombol Quickconnect.

  2. Sesaat kemudian direktori Home kita di server akan ditampilkan dalam daftar sebelah kanan. Copy dengan cara drag and drop file magento-1.3.2.4.zip di komputer lokal kita ke direktori public_html. Gambar berikut ini menunjukkan proses copy file sedang dilakukan dari komputer lokal ke server.

    Proses copy FileZilla

Sampai di sini kita sudah berhasil meng-upload magento veri 1.3 ke server web hosting. Langkah selanjutnya adalah mengkestrak file magento-1.3.2.4.zip ke direktori public_html di server.

Ekstrak File magento-1.3.24.zip

File magento-1.3.2.4.zip perlu diekstrak dari bentuk .zip ke file-file yang akan menjalankan toko online. Untuk mengekstraknya kita bisa menggunakan cPanel File Manager.

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mengekstrak file magento-1.3.2.4.zip dengan menggunakan cPanel File Manager.

  1. Login ke cPanel menggunakan username dan password yang diberikan oleh webhoster.

  2. Buka File Manager, lalu arahkan ke web root (public_html / www).

  3. Centang file magento-1.3.2.4.zip, lalu klik icon Extract pada toolbar, seperti terlihat dalam gambar berikut ini.

    Icon ekstrak di cPanel File Manager

  4. Ekstrak file tersebut ke public_html. Walaupun di layar sudah muncul pemberitahuan bahwa proses ekstrak sudah selesai, tunggu kira-kira sepuluh menit, sampai server benar-benar selesai melakukan proses ekstrak.

  5. Setelah proses ekstrak selesai, pindahkan semua konten dalam sub direktori magento ke public_html. Hal ini kita lakukan karena magento akan dijalankan sebagai aplikasi utama dalam domain.

  6. Hapus sub direktori magento karena sudah kosong dan kita tidak memerlukannya lagi.

Proses selanjutnya adalah membuat database MySQL yang akan digunakan untuk menyimpan data-data magento.

Membuat Database MySQL untuk Magento

Magento 1.3 memerlukan database MySQL untuk menyimpan data. Dengan instalasi manual, database MySQL pun mesti kita buat terlebih dahulu sebelum proses instalasi Magento dimulai.

Saya tidak akan menguraikan panjang lebar bagaimana membuat database MySQL menggunakan cPanel. Untuk keperluan instalasi Magento 1.3 di trusmi.com saya membuat sebuah database dengan nama trusmico_mag, sebuah user dengan nama trusmico_mag dengan akses penuh ke database trusmico_mag.

Memulai Instalasi Manual Magento 1.3

Sebelum Instalasi Dimulai

Sebelum memulai proses instalasi, kita perlu mengubah permission untuk semua direktori dan file Magento di server. Saat ini semua direktori permission-nya 775 dan file permission-nya 664. Kita perlu mengubah permission untuk direktori menjadi 755 dan permission file menjadi 644. Jika tidak dilakukan, pesan error berikut ini akan ditampilkan:

Pesan error

Untuk mengubah permission direktori dan file, kita bisa menggunakan cPanel File Manager. Tetapi karena direktori dan file Magento sangat banyak, cara tersebut tidak praktis. Untuk mengubah permission direktori atau file secara rekursif sekaligus, kita bisa menggunakan program FTP client seperti FileZilla, atau jika web hosting kita menyediakan akses Console / Terminal kita bisa mengetikkan perintah tertentu untuk melakukan hal tersebut.

Jika kita bisa menggunakan akses Console / Terminal, ketikkan dua perintah berikut ini melalui Console / Terminal pada saat kita berada dalam direktori public_html:

$ find . -type d -exec chmod 755 {} \;
$ find . -type f -exec chmod 644 {} \;

Proses Instalasi

Untuk memulai proses intalasi manual Magento 1.3, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Dalam layar License Agreement, bacalah ketentuan lisensi untuk menggunakan Magento 1.3 CE, jika kita menyetujuinya, centang checkbox I agree to the above terms and conditions.

    License agreement

    Klik tombol Continue.

  2. Dalam layar Localization, pilih Locale Bahasa Indonesia, Time Zone SE Asia Standard Time (Asia/Bangkok) – atau sesuaikan jika Anda berada dalam zona waktu WITA/WIT, Default Currency Rupiah Indonesia.

    Klik tombol Continue.

  3. Dalam layar Configuration, lakukan pengisian konfigurasi Magento sebagai berikut. Isi informasi Database Connection sesuai dengan nama database, user, dan password yang kita buat sebelumya. Kosongkan Tables Prefix. Dalam web access options, kita bisa menambahkan www sebelum nama domain jika kita mau, misalnya http://www.trusmi.com. Untuk meningkatkan keamanan, ubah admin path agar tidak mirip kata-kata admin atau administration. Dalam gambar di bawah ini saya menggunakan atur untuk admin path. Kemudian centang checkbox Use Web Server (Apache) Rewrites, kebanyakan web hosting menghidupkan opsi apache rewrite. Biarkan checkbox Use Secure URLs (SSL) karena kita tidak menggunakan SSL. Dalam Session storage options kita bisa memilih File system atau Database untuk menyimpan informasi session.

    Localization

    Klik tombol Continue.

  4. Dalam layar Create Admin Account, kita membuat account admin. Masukkan First Name, Last Name, Email, Username dan Password. Untuk alasan keamanan, pilih username yang tidak sama dengan admin atau administrator. Kosongkan Encryption Key karena Magento akan membuatkannya untuk kita.

    Configuration

Selesai! Sampai di sini kita sudah berhasil meng-install Magento 1.3 secara manual di web hosting. Instalasi Magento yang dihasilkan memang kosong, belum ada data satu pun, seperti terlihat dalam gambar berikut ini.

Magento kosong

Kita bisa mengisinya dengan data bawaan Magento. Silakan baca posting saya yang berjudul Data Sample Magento di Web Hosting untuk melakukan hal ini. Atau kita bisa langsung mengisinya dengan kategori dan produk kita sendiri melalui layar administrasi.

Gambar berikut ini menunjukkan layar dashboard admin Magento setelah kita login dengan username dan password admin.

Layar admin Magento

Kesimpulan

Instalasi manual Magento 1.3 perlu kita lakukan karena auto installer dalam web hosting mungkin sudah meng-update versi Magento yang bisa di-install otomatis menjadi versi 1.4. Kita membutuhkan versi 1.3 di antaranya untuk alasan kompatibilitas dengan theme / skin yang kita pakai, yang ternyata tampil berantakan di versi 1.4. Untuk melakukan instalasi manual Magento 1.3 di web hosting memang tidak segampang menggunakan auto installer, namun tidak juga sulit. Dengan beberapa langkah manual, kita akan bisa menyelesaikan instalasi Magento 1.3 dalam waktu kira-kira satu jam.

Arsitektur Magento Commerce


Arsitektur MagentoMagento Commerce adalah perangkat lunak eCommerce open source yang sangat fleksibel namun cukup kompleks untuk dipahami. Posting ini akan mengetengahkan arsitektur Magento Commerce bagi para calon pemilik toko online yang tertarik untuk memahaminya. Dengan mengerti arsitektur Magento Commece, pemilik toko online akan lebih mudah memahami fitur-fitur administrasi dan lebih efektif melakukan tugas-tugas administrasi dalam Magento Commerce.

Website, Store, dan Store View

Fleksibilitas Magento Commerce tercermin pada kemampuannya untuk memiliki banyak Website (situs), Store (toko), dan Store View dengan hanya meng-instal satu paket (codebase) Magento Commerce dan satu database yang menyimpan data-data Magento Commerce. Dengan kata lain jika kita menggunakan web hosting, kita cukup menyewa satu paket hosting saja untuk bisa memiliki banyak Website, Store, dan Store View. Gambar berikut ini menunjukkan hubungan hirarki antara ketiga elemen tersebut:

Hubungan antara Website, Store, dan Store View

Website (Situs)

Website adalah nama beserta kavling kita di internet. Website terdiri atas nama domain yang menunjukkan alamat kita, dan web hosting yang menunjukkan kavling kita. Contoh jika kita ingin punya toko online yang bernama www.toko-baju.com, kita mesti punya website yang bisa diakses melalui browser dengan alamat http://www.toko-baju.com. Satu instalasi Magento Commerce bisa ‘dimiliki’ oleh banyak Website. Dalam gambar di atas terlihat bahwa kita punya dua website yaitu:

  • www.toko-baju.com
  • www.toko-sepatu.com

Store (Toko)

Store adalah nama toko online kita. Biasanya, dalam satu paket eCommerce, satu website mewakili satu toko online. Dalam Magento Commerce, satu Website bisa terdiri atas banyak toko online. Dalam contoh gambar di atas, Website www.toko-baju.com terdiri atas dua toko online yaitu:

  • Toko Baju Dewasa
  • Toko Baju Anak

Sedangkan Website www.toko-sepeda.com hanya terdiri atas satu toko online, yaitu Toko Sepeda. Kebanyakan instalasi Magento Commerce hanya terdiri atas satu toko online untuk setiap Website.

Store View

Store View adalah satu konsep dalam Magento Commerce yang menunjukkan bahwa satu toko online (Store) bisa memiliki lebih dari satu view. Store View kebanyakan digunakan untuk membuat bahasa yang berbeda untuk setiap toko online. Misalnya dalam gambar di atas diperlihatkan bahwa Toko Baju Dewasa dan Toko Baju Anak masing-masing mempunyai dua Store View, yaitu Bahasa Indonesia dan English. Masing-masing Store View mewakili toko online yang sama, hanya saja bahasa yang digunakan berbeda, satu untuk toko online berbahasa Indonesia, dan satunya lagi berbahasa Inggris.

Bagi kebanyakan toko online, konfigurasi yang biasa dilakukan adalah satu Website, satu Store, dan satu Store View. Konfigurasi ini juga yang termudah untuk dilakukan dalam Magento Commerce. Namun, bagi pemilik toko online sangat penting mengerti tentang konsep Website, Store, dan Store View dalam Magento Commerce untuk memahami setiap setting-an dalam layar administrasi. Setting-an Magento Commerce bisa memiliki cakupan yang bisa berisi salah satu dari tiga elemen di atas.

Gambar berikut ini memberikan contoh penerapan dari konsep Website, Store, dan Store View. Layar pada gambar tersebut menunjukkan isian form atribut dari sebuah produk dalam Magento Commerce.

Cakupan atribut produk dalam Magento Commerce

Perhatikan bagian yang diberi kotak dalam gambar di atas. Setiap atribut dari sebuah produk dalam Magento Commerce bisa memiliki cakupan [Global], [Website], dan [Store View]. Cakupan [Global] berarti nilai dari atribut tersebut adalah sama di semua Website, Store, dan Store View. Cakupan [Website] berarti untuk produk yang sama, nilai atribut tersebut bisa berbeda untuk Website yang berbeda. Demikian pula untuk cakupan [Store View], yang memperbolehkan perbedaan nilai atribut untuk setiap Store View.

Arsitektur Magento Commerce

Dalam bagian ini saya akan membahas arsitektur Magento Commerce dengan tujuan agar kita mengerti elemen dan terminologi yang dipakai, sehingga memudahkan kita dalam membangun sebuah toko online berbasis Magento Commerce.

Core (Inti)

Core (Inti) adalah mesin-nya Magento Commerce. Bentuknya adalah kode-kode program yang dibuat oleh tim developer Magento Commerce. Core terdapat dalam unduhan paket Magento Commerce, dan akan menjadi berkas-berkas program pada saat di-instal ke server.

Core berfungsi untuk menjalankan hampir semua fungsi dan fitur utama Magento Commerce. Oleh karena versi Magento Commerce terus berkembang, sangat memungkinkan sekali Core akan mengalami perubahan dari versi ke versi. Oleh karena itu kita tidak direkomendasikan untuk mengubahnya walaupun hanya sebagian, karena perubahan kita mungkin akan ditimpa pada saat kita melakukan penggantian versi Magento Commerce ke yang lebih baru.

Extension (Tambahan)

Extension (Tambahan), sesuai dengan namanya, adalah paket yang berisi fitur dan fungsi tambahan di luar fungsi utama Magento Commerce yang terdapat dalam Core. Walaupun fitur Core Magento Commerce sudah mencukupi untuk ber-jualan online, namun ia tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhan pemilik toko online yang beraneka ragam. Dengan adanya Extension, Magento Commerce menjadi bersifat fleksibel untuk memenuhi setiap kebutuhan.

Konsep Extension ini memungkinkan seorang pemilik toko online memiliki program sendiri yang sesuai dengan kebutuhan toko online-nya tanpa khawatir programnya akan ditimpa pada saat mengganti versi Core Magento Commerce ke yang lebih baru. Arsitektur Magento Commerce memisahkan antara program Core dan Extension sehingga perubahan salah satu program tersebut secara fisik tidak akan berpengaruh terhadap program yang lain.

Terdapat tiga tipe Extension dalam Magento Commerce, yaitu:

  • Local

    Local adalah Extension yang disediakan oleh developer pembuat Magento Commerce.

  • Community (Komunitas)

    Community adalah Extension yang dibuat oleh developer lain dan bisa dipakai gratis oleh semua pemilik toko online Magento Commerce.

  • Commercial (Komersil)

    Commercial adalah Extension yang dibuat oleh developer lain dan dijual (untuk memperoleh profit) kepada para pemilik toko online Magento Commerce yang berminat membelinya.

Module (Modul)

Istilah Module mungkin sudah familiar bagi Anda yang pernah memakai paket eCommerce atau CMS produk lain. Module adalah Extension dalam Magento Commerce yang berfungsi untuk melakukan fungsi tertentu. Contohnya adalah modul pengiriman order khusus Indonesia, atau modul pembayaran melalui bank khusus Indonesia.

Interface, Theme, Layout, Template, dan Skin

Interface, Theme, Layout, Template, dan Skin dalam Magento Commerce adalah elemen-elemen yang mendefinisikan tampilan visual toko online. Dengan elemen-elemen tersebut, tampilan Magento Commerce bisa dibuat se-fleksibel mungkin dengan cara menerapkan elemen-elemen yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.

Gambar berikut ini menunjukkan hubungan hirarki elemen-elemen tersebut:

Hubungan hirarki antara Interface, Theme, Layout, Template, dan Skin

Interface

Interface adalah kumpulan Theme yang berfungsi mendefinisikan tampilan dan interaksi layar dalam Magento Commerce.

Theme

Theme adalah kumpulan Layout, Template, dan Skin yang mendefinisikan tampilan dan interaksi layar dalam Magento Commerce.

Magento Commerce memiliki fitur untuk menjalankan dua Theme yang berbeda pada saat yang bersamaan. Berdasarkan fitur ini, Magento Commerce mendefinisikan dua jenis Theme:

  • Default Theme, merupakan Theme yang harus ada dalam semua Interface. Theme ini harus memiliki kombinasi lengkap dari Layout, Template, dan Skin yang dibutuhkan agar kita bisa menjalankan toko online Magento Commerce tanpa error.
  • Non-Default Theme, merupakan Theme tambahan yang dibuat sesuai keperluan. Pemakaian Theme ini biasanya per musim jualan tertentu. Misalnya pada saat musim jualan Lebaran, kita bisa membuat Non-Default Theme yang bernuansa suasana Lebaran.
Layout

Layout berbentuk berkas XML yang mendefinisikan struktur blok dari sebuah halaman dalam Magento Commerce. Layout juga bisa memberikan informasi meta dan encoding pada sebuah halaman. Layout diterapkan per modul, dimana setiap modul memiliki Layout yang berbeda.

Template

Template berbentuk PHTML, yaitu kombinasi antara (X)HTML dan skrip PHP yang berguna untuk menjalankan logic tertentu yang berhubungan dengan aspek visual dari fitur Magento Commerce.

Skin

Skin adalah blok yang berisi kumpulan definisi CSS, gambar, dan javascript yang melengkapi (X)HTML pada sebuah Template.

Block (Blok)

Block adalah cara Magento Commerce merepresentasikan fungsi sebagai satu kesatuan modular yang bisa diatur baik secara visual maupun fungsional. Terdapat dua jenis Block yang bekerja sama satu dengan yang lain dalam membentuk hasil keluaran visual. Kedua jenis Block tersebut adalah:

  • Block struktural

    Block jenis ini mendefinisikan area-area sebuah halaman secara struktural, seperti misalnya header, kolom kiri, kolom utama, dan footer. Gambar berikut ini adalah contoh Block struktural pada sebuah halaman:

    Contoh Block struktural

  • Block fungsional

    Block jenis ini mendefinisikan area tertentu sebagai satu area fungsional pada sebuah halaman. Misalnya pada header kita bisa menampilkan Block yang kita namakan Site Navigation yang akan diisi dengan HTML yang menampilkan menu untuk pelanggan dalam melakukan navigasi terhadap toko online. Gambar berikut ini menampilkan contoh Block fungsional pada sebuah halaman:

    Contoh Block fungsional

Kesimpulan

Sebagai pemilik toko online sebaiknya kita mengerti elemen-elemen Magento Commerce berupa Website, Store, dan Store View, serta hubungan hirarki antara ketiga elemen tersebut. Kita juga perlu mengerti terminologi dalam arsitektur Magento Commerce berupa Core, Extension, Module, Interface, Theme, Layout, Skin, dan Block. Dengan mengerti arsitektur Magento Commerce kita akan lebih mudah memahaminya, dan lebih efektif dalam membangun sebuah toko online yang dijalankan oleh Magento Commerce.

Install Magento di Komputer



Yo ngoprek lagiMagento Commerce adalah salah satu perangkat lunak open source eCommerce yang bisa kita pakai untuk jualan online. Posting ini akan mengetengahkan cara melakukan instalasi Magento Commerce di komputer kita sendiri secara detil dari mulai mempersiapkan sistem operasi sampai siap untuk dipakai. Dengan instalasi lokal di komputer pribadi, kita bisa belajar dan melakukan banyak eksperimen terhadap Magento Commerce. Dengan instalasi lokal kita bisa melihat hasil eksperimen dan perubahan terhadap toko online sebelum hasilnya kita tunjukkan ke publik.

Pilihan Metode Instalasi

Kita bisa menempuh beberapa metode untuk bisa melakukan instalasi Magento Commerce di komputer sendiri. Metode yang saya pakai di sini memanfaatkan teknologi virtualisasi. Dengan metode ini kita bisa mempunyai virtual server berupa Linux yang berjalan di atas sistem operasi Windows. Virtual server Linux ini lah yang akan menjalankan Magento Commerce, sementara Windows berfungsi menjalankan browser yang akan mengakses Magento Commerce. Windows juga menyediakan GUI yang memudahkan kita dalam belajar dan bereksperimen dengan Magento Commerce.

Metode ini memang diakui cukup rumit, namun benefitnya adalah kita memiliki infrastruktur yang identik dengan infrastruktur yang nantinya akan kita terapkan di server produksi. Sehingga apabila kita hendak melakukan perubahan ataupun penambahan fitur terhadap Magento Commerce, kita bisa lakukan dulu secara lokal sebelum kita pastikan bisa menjalankannya di server.

Infrastruktur yang saya pakai untuk demo ini adalah Windows 7 build 7100 dan Linux Ubuntu 9.04 edisi server. Pada saat tulisan ini diturunkan, Windows 7 Build 7100 masih bisa diunduh dan dipakai secara bebas (gratis). Walaupun demikian, apabila kita sudah punya Windows Vista atau XP, metode yang digunakan dalam tulisan ini masih bisa diterapkan terhadap Windows Vista maupun XP. Kita juga bisa menggunakan distro Linux selain Ubuntu sebagai server pada instalasi Magento Commerce.

Instalasi Infrastruktur Pendukung

Sebelum kita meng-install Magento Commerce, kita perlu melakukan instalasi infrastruktur pendukung berupa sistem operasi, virtualisasi, dan menyiapkan teknologi server. Untuk keperluan ini, saya mengacu ke tulisan saya sebelumnya yaitu Install WordPress di Komputer. Dalam tulisan tersebut telah dijelaskan dengan detil hal-hal yang berkaitan dengan instalasi infrastruktur pendukung untuk menjalankan server Linux di atas Windows dengan teknologi virtualisasi. Berikut ini langkah demi langkah detilnya:

  1. Spesifikasi komputer: menjelaskan spesifikasi komputer ideal untuk keperluan ini.

  2. Menyiapkan teknologi virtualisasi: memperkenalkan VirtualBox sebagai teknologi virtualisasi yang dipilih.

  3. Membuat virtual server: menjelaskan bagaimana kita membuat virtual server Ubuntu Linux di atas Windows 7 build 7100.

  4. Menyiapkan server LAMP: menyajikan langkah demi langkah bagaimana kita menyiapkan server LAMP (Linux, Apache, MySQL, dan PHP).

  5. Menghidupkan user root: menjelaskan bagaimana kita bisa menghidupkan akses user root untuk mempermudah konfigurasi di virtual server.

  6. Konfigurasi jaringan virtual: memaparkan keterhubungan antara Windows dan server Linux melalui jaringan virtual yang disediakan oleh VirtualBox.

  7. Login remot dari Windows: menjelaskan cara login remot ke virtual server Linux dari Windows.

  8. Memunculkan virtual server dalam Windows Explorer: memaparkan bagaimana memunculkan sistem berkas virtual server Linux dalam Windows Explorer.

Instalasi Perangkat Lunak Pendukung

Selain infrastruktur pendukung, Magento Commerce juga memerlukan perangkat lunak pendukung yang harus di-install di atas virtual server Linux. Perangkat lunak pendukung ini diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsi operasional Magento Commerce. Untuk meng-install-nya, kita perlu terhubung ke internet karena kita harus mengunduhnya.

Pertama kita login dulu ke virtual server dengan membuka jendela PuTTY. Kemudian kita melakukan instalasi perangkat lunak pendukung tersebut satu per satu dari jendela PuTTY. Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan instalasi perangkat lunak pendukung Magento Commerce:

  1. Lakukan update terhadap repository Ubuntu dengan mengetikkan perintah berikut ini:

    apt-get update

    Langkah ini akan mengunduh daftar perangkat lunak terbaru dari repository Ubuntu satu per satu.

  2. Install php5-mcrypt dengan mengetikkan perintah berikut ini:

    apt-get install php5-mcrypt
  3. Install php5-curl dengan mengetikkan perintah berikut ini:

    apt-get install php5-curl
  4. Install php5-gd dengan mengetikkan perintah berikut ini:

    apt-get install php5-gd
  5. Sunting berkas /etc/php5/apache2/php.ini dengan menambahkan baris berikut ini:

    extension=mcrypt.so
  6. Restart Apache dengan mengetikkan perintah berikut ini:

    /etc/init.d/apache2 restart

Konfigurasi Virtual Host di Apache

Kita perlu melakukan konfigurasi virtual host di Apache agar virtual server bisa diakses menggunakan nama yang berbeda-beda. Misalnya kita bisa mengakses virtual server yang sama dengan nama-nama berikut ini:

  • http://magento.local, untuk instalasi Magento Commerce lokal.
  • http://wordpress.local, untuk instalasi WordPress lokal.

Sebetulnya tanpa virtual host kita bisa menggunakan situs utama di Apache dengan nomor port yang berbeda untuk masing-masing instalasi. Namun saya lebih memilih virtual host karena memiliki kelebihan yang terletak pada fleksibilitas penamaan masing-masing instalasi. Fleksibitas ini memudahkan kita untuk mengingat situs instalasi lokal tanpa perlu mengingat nomor port tertentu. Misalnya untuk instalasi Magento Commerce, kita tinggal mengingat kata ‘magento’ saja.

Catatan: kita tidak harus menggunakan akhiran .local seperti yang terlihat dalam contoh di atas. Saya menggunakan akhiran .local untuk menandai bahwa nama tersebut adalah situs lokal yang hanya bisa diakses di komputer kita sendiri.

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk membuat virtual host magento.local:

  1. Dalam jendela PuTTY, ketikkan perintah berikut ini untuk menyalin berkas default ke magento:

    cd /etc/apache2/sites-available

    cp default magento

  2. Sunting berkat magento dengan mengetikkan perintah berikut ini:

    nano magento
  3. Ubah baris ke 4 sampai dengan baris ke 14, sehingga tampak seperti dalam baris-baris berikut ini.

    ServerName magento.local

    DocumentRoot /var/magento



    Options FollowSymLinks

    AllowOverride All



    magento/>

    Options Indexes FollowSymLinks MultiViews

    AllowOverride All

    Order allow,deny

    allow from all



    Perhatikan baris yang harus ditambah atau diubah saya beri warna merah.

  4. Aktifkan virtual host dengan mengetikkan dua perintah berikut ini:

    a2ensite magento

    /etc/init.d/apache2 reload
  5. Sunting berkas /etc/hosts dengan menambahkan baris berikut ini:

    192.168.56.102  magento.local

    Catatan: masukkan nomor IP yang diberikan virtual server, karena instalasi di tempat Anda mungkin memberikan nomor IP yang berbeda dengan nomor IP yang saya gunakan dalam tulisan ini.

  6. Buat direktori /var/magento dengan mengetikkan perintah berikut ini:

    mkdir /var/magento

Setelah kita melakukan konfigurasi di virtual server, kita perlu melakukan konfigurasi di Windows agar nama magento.local dikenal di Windows. Terdapat beberapa cara untuk melakukan hal ini. Cara yang paling mudah adalah dengan menyunting berkas C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts. Buka berkas tersebut dengan akses Administrator, kemudian tambahkan baris berikut ini di akhir berkas:

192.168.56.102  magento.local

Jika berhasil, gambar berikut ini harusnya ditampilkan di browser Firefox pada saat kita mengakses http://magento.local dari address bar.

Virtual Host magento.local

Mengunduh Magento Commerce

Magento Commerce bisa diunduh dengan dua cara. Cara pertama kita mengunduh bootstrapper yang bisa kita pasang dalam web lokal. Pada saat dijalankan, bootstrapper ini akan mengunduh dan meng-install file-file Magento dalam web lokal. Cara kedua kita bisa mengunduh file-file Magento secara langsung dan menyalinnya ke dalam web lokal. Dalam demo ini kita akan menggunakan cara yang kedua.

Buka layar PuTTY, ketikkan dua perintah berikut ini untuk mengunduh Magento Commerce menggunakan SVN.

cd root

svn checkout http://svn.magentocommerce.com/source/branches/1.3

Catatan: bagian yang saya beri warna merah menunjukkan nomor versi Magento yang kita instal. Selalu gunakan versi terbaru agar kita mendapatkan fitur-fitur yang paling baru. Untuk mengecek versi terbaru dari Magento Commerce, kita bisa membuka halaman berikut ini: http://www.magentocommerce.com/svn.

Proses mengunduh Magento Commerce dengan SVN ini akan memakan waktu lumayan lama karena ukuran total berkas yang di download cukup besar. Kita bisa meninggalkannya sebentar atau mengerjakan hal lain sambil menunggu proses mengunduh selesai.

Setelah proses mengunduh selesai, salin file-file hasil unduhan ke direktori /var/magento, dengan mengetikkan dua perintah berikut ini dalam PuTTY:

cd 1.3

cp -R * /var/magento

Kemudian, untuk memudahkan proses instalasi nanti, kita ubah permission untuk semua berkas dan direktori di bawah /var/magento dengan mengetikkan perintah berikut ini:

chmod -R 0777 /var/magento

Menyiapkan Database MySQL

Magento Commerce memerlukan database MySQL untuk menyimpan data. Kita tidak perlu meng-install-nya secara manual karena instalasi Ubuntu server sudah secara otomatis melakukannya. Yang perlu kita lakukan adalah login ke database server MySQL dan membuatkan sebuah database yang akan dipakai oleh Magento Commerce.

Berikut ini langkah-langkah membuat database dalam MySQL:

  1. Dalam jendela PuTTY, ketikkan perintah berikut ini:

    mysql
  2. Kemudian di dalam program mysql, ketikkan perintah-perintah berikut ini:

    create database magento;

    create user maguser identified by 'password';

    grant all on magento.* to maguser@'%';

  3. Kemudian keluar dari program mysql dengan mengetikkan perintah:

    exit;

Meng-Install magento Commerce

Setelah semua langkah pendahuluan selesai dilakukan, kini tibalah saatnya kita meng-install Magento Commerce di komputer sendiri. Berikut ini langkah demi langkahnya:

  1. Buka browser Firefox, arahkan ke http://magento.local. Layar ‘License Agreement’ akan ditampilkan, seperti terlihat dalam gambar berikut ini:

    Layar License Agreement instalasi Magento Commerce

    Centang kotak ‘I agree to the above terms and conditions’, lalu klik tombol ‘Continue’.

  2. Layar kedua adalah konfigurasi Localization. Gambar dan tabel berikut menunjukkan nilai-nilai yang harus dimasukkan dalam isian layar ini.

    Layar Localization pada instalasi Magento Commerce

    Locale Bahasa Indonesia (Indonesia)
    Time Zone SE Asia Standard Time (SE Asia/Bangkok)
    Default Currency Rupiah Indonesia
  3. Layar berikutnya adalah konfigurasi koneksi database, opsi akses situs, dan opsi media penyimpanan session. Gambar dan tabel berikut menunjukkan nilai-nilai yang harus dimasukkan dalam isian layar ini.

    Layar konfigurasi database Magento Commerce

    Koneksi Database
    Host localhost
    Database Name magento
    User Name maguser
    Password password
    Table Prefix (dikosongkan)
    Opsi Akses Situs
    Base URL http://magento.local
    Admin Path admin
    Use Web Server (Apache) Rewrite Dicentang
    Media Penyimpanan Session
    Save session data in File system
  4. Layar berikutnya adalah membuat akun Admin. Isilah form yang ditampilkan dalam layar tersebut sesuai dengan keinginan Anda. Kosongkan isian untuk ‘Encryption Key’.

    Konfigurasi user admin

  5. Selesai! Layar berikutnya memberikan konfirmasi bahwa proses instalasi telah selesai, dan sebuah Encription Key telah di-generate. Catat key ini karena kita mungkin akan membutuhkannya di masa yang akan datang.

    Konfirmasi instalasi Magento Commerce selesai

    Untuk melihat layar beranda, klik tombol ‘Go to Frontend’, dan untuk melihat layar administrasi, klik tombol ‘Go to Backend’.

Kesimpulan

Instalasi Magento Commerce di komputer kita sendiri cukup mudah apabila kita sudah memahami apa saja yang infrastruktur dan perangkat lunak pendukung yang diperlukan. Dimulai dari membangun virtual server Ubuntu di atas Windows, meng-install perangkat lunak pendukung seperti curl, mcrypt, dan gd, sampai akhirnya kita bisa meng-install Magento Commece. Layar instalasi Magento Commerce sendiri mudah dipahami dan diikuti, sehingga dalam beberapa menit kita sudah bisa menjalankan Magento Commerce di komputer kita sendiri.

Multiple store

Multiple Store di Magento Commerce

Multiple store MagentoMagento Commerce memungkinkan pemilik toko online mempunyai banyak toko (multiple store) dengan hanya satu instalasi atau satu web hosting. Dalam posting ini saya akan menjelaskan bagaimana cara melakukan hal tersebut. Dengan hanya memiliki satu instalasi untuk banyak toko online, kita memiliki benefit berupa kemudahan maintenance dan upgrade pada saat versi Magento Commerce yang baru sudah terbit. Disamping itu space hard disk yang dibutuhkan juga menjadi lebih hemat.

Benefit yang lebih besar dari multiple store di Magento diperoleh apabila kita hendak membuat sebuah mall virtual. Di dunia nyata kita sering mengunjungi sebuah mall, ITC, atau kompleks ruko dimana di dalamnya terdapat banyak toko dengan penjual yang berbeda. Di dunia maya, kita pun bisa punya semacam mall virtual. Misalnya mall virtual kita namai mallsaya.com, setiap penjual yang terdaftar dalam mallsaya.com bisa memiliki nama-nama seperti berikut ini:

  • butik-bandung.mallsaya.com
  • distro-jeans.mallsaya.com
  • koleksi-perhiasan.mallsaya.com

OK mari kita mulai membuat multiple store di Magento Commerce. Sebelumnya kita mesti mempunyai instalasi Magento Commerce yang bisa kita akses sebagai administrator. Kita bisa menggunakan instalasi Magento Commerce dalam web hosting maupun komputer lokal. Dalam posting ini saya akan menggunakan konfigurasi dan instalasi Magento Commerce di komputer lokal.

Catatan: Untuk keperluan demo dan coba-coba, sebaiknya kita menggunakan instalasi Magento Commerce di komputer lokal. Dengan instalasi lokal kita bisa lebih cepat dan bebas melakukan banyak hal. Posting saya yang berjudul Install Magento di Komputer menjelaskan dengan detil teknis untuk melakukan hal ini.

Sebelum mulai, kita juga perlu memahami arsitektur multiple store dalam Magento Commerce. Posting saya yang berjudul Arsitektur Magento Commerce menjelaskan secara konseptual tingkatan hirarki Magento Commerce dan terminologi yang digunakan di dalamnya.

Skenario Multiple Store Magento Commerce

Begitu fleksibelnya Magento Commerce, membuatnya bisa dikonfigurasi dengan cara yang bermacam-macam. Agar fokus ke konfigurasi tertentu, untuk keperluan demo ini, kita akan membuat Magento Commerce menjalankan tiga toko online yaitu:

  • toko-baju.local
  • apparel-store.local
  • toko-sepeda.local

toko-baju.com terdiri atas dua kategori besar yaitu anak dan dewasa, sehingga pelanggan bisa mengakses dua kategori besar tersebut dengan URL berikut ini:

  • toko-baju.local/anak
  • toko-baju.local/dewasa

Dalam Magento Commerce, dua kategori besar tersebut disebut dengan store view.

apparel-store.local adalah alias dari toko-baju.local. Bedanya, kalau toko-baju.local berbahasa Indonesia, apparel-store.local berbahasa Inggris. Karena toko-baju.local terdiri atas dua store view, demikian pula apparel-store.local, yang terdiri atas dua store view berikut ini:

  • apparel-store.local/children, versi bahasa Inggris dari toko-baju.local/anak
  • apparel-store.local/parent, versi bahasa Inggris dari toko-baju.local/dewasa

Shared Web Hosting dan Virtual Host

Konfigurasi Magento Commerce yang kita buat di dalam skenario mengharuskan kita memiliki multiple domain. Sedangkan instalasi Magento Commerce yang dibuat hanya satu, atau hanya memerlukan satu web hosting. Agar multiple domain bisa menggunakan satu web hosting yang sama, kita harus memahami konsep shared web hosting dan virtual host. Apache2, sebagai server web yang kita pakai untuk menjalankan Magento Commerce mendukung fitur virtual host ini.

Berikut ini konfigurasi shared web hosting dan virtual host dalam server yang menjalankan Magento Commerce untuk demo ini.

Shared Web Hosting

Dalam konfigurasi shared web hosting, Magento Commerce kita tempatkan dalam sistem berkas server Linux. Kita bisa menempatkan sistem berkas ini di mana saja sesuai dengan konvensi penempatan berkas hosting yang disukai. Dalam demo ini, saya menempatkan berkas-berkas Magento Commerce dalam /var/magento.

Virtual Host

Terdapat tiga nama domain berbeda yang akan mengakses shared web hosting Magento Commerce, sehingga kita perlu membuatkan tiga konfigurasi virtual host dalam Apache2.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat virtual host toko-baju.local.

  1. Login dengan user root ke server virtual menggunakan jendela PuTTY.

  2. Pindah direktori ke /etc/apache2/sites-available dengan mengetikkan perintah berikut:

    cd /etc/apache2/sites-available
  3. Salin berkas default ke berkas toko-baju dengan menggunakan perintah berikut:

    cp default toko-baju
  4. Sunting berkas toko-baju agar baris ke-2 hingga baris ke-16 isinya menjadi seperti berikut:

    ServerName toko-baju.local
    ServerAlias *.toko-baju.local
    ServerAdmin webmaster@localhost
    DocumentRoot /var/magento

    Options FollowSymLinks
    AllowOverride All


    Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
    AllowOverride All
    Order allow,deny
    allow from all

  5. Lakukan registrasi virtual host yang baru saja dibuat dengan mengetikkan perintah berikut:

    a2ensite toko-baju
  6. Reload Apache2 agar mengenali virtual host yang baru saja dibuat dengan mengetikkan perintah berikut:

    /etc/init.d/apache2 reload
  7. Buka /etc/hosts, lalu masukkan pemetaan antara alamat IP dengan toko-baju.local, seperti contoh berikut ini:

    192.168.56.103 toko-baju.local
  8. Dalam Windows (Vista atau 7), buka C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts, lalu masukkan pemetaan antara alamat IP dengan toko-baju.local, seperti dalam langkah sebelumnya.

  9. Buka browser, lalu akses http://toko-baju.local. Apabila browser menampilkan situs Magento Commerce, berarti konfigurasi virtual host telah berhasil dilakukan.

Lakukan langkah-langkah yang sama untuk konfigurasi virtual host domain apparel-store.local dan toko-sepeda.local.

Konfigurasi Multiple Store Magento

Magento Commerce mempunyai layar administrasi khusus yang digunakan untuk konfigurasi multiple store. Instalasi default hanya membuatkan satu website, satu store, dan satu store view. Melalui layar administrasi ini kita bisa menambahkan dan mengubah informasi mengenai website, store, dan store view.

Membuat Website Magento

Dalam instalasi standar Magento Commerce hanya ada satu website yang sudah terpasang, yaitu website default. Karena kita memiliki dua toko online masing-masing untuk toko-baju.local dan toko-sepatu.local, kita perlu membuat satu website baru untuk toko-sepatu.local. Sedangkan website default kita peruntukkan bagi toko-baju.local.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat website baru dalam Magento Commerce.

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu System > Manage Stores.

  3. Klik tombol Create Website.

  4. Dalam layar New Website yang dimunculkan, masukkan informasi website yang meliputi Name, Code, dan Sort order. Gambar berikut menunjukkan contoh layar New Website.

    Layar New Website Magento Commerce

Selain itu, kita juga perlu mengubah Name dari website default menjadi Toko Baju, agar lebih representatif, sesuai dengan nama tokonya.

Membuat Store Magento

Terdapat satu store dalam instalasi default Magento Commerce. Kita perlu membuat total tiga store untuk memenuhi kebutuhan toko online sesuai skenario. Ketiga store tersebut adalah:

  • Toko Baju Anak
  • Toko Baju Dewasa
  • Toko Sepeda

Setiap store menggunakan root category berbeda yang didefinisikan untuk masing-masing store. Root category ini adalah kategori yang membentuk hirarki sendiri yang bisa dipakai hanya untuk store tertentu. Untuk keperluan pembuatan multiple store, sebelum membuat store kita perlu membuat root category untuk store tersebut.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat root category baru dalam Magento Commerce.

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu Catalog > Manage Categories.

  3. Dalam layar New Category yang dimunculkan, isi informasi yang diperlukan untuk kategori baru. Jangan lupa untuk memilih Yes pada isian Is Active dan Is Anchor. Gambar berikut menunjukkan contoh layar pengisian New Category.

    Layar New Category Magento Commerce

Ulang langkah-langkah di atas untuk membuat root category Baju Dewasa dan Baju Anak. Masing-masing root category tersebut juga bisa memiliki sub kategori yang jumlah dan tingkatannya tidak terbatas sesuai kebutuhan. Dalam Gambar di atas terlihat bahwa root category Baju Dewasa mempunyai dua sub kategori, yaitu Pria dan Wanita. Sedangkan root category Baju Anak mempunyai dua sub kategori yaitu Laki-Laki dan Perempuan.

Setelah membuat root category, langkah selanjutnya adalah membuat store.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat store baru dalam Magento Commerce.

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu System > Manage Stores.

  3. Klik tombol Create Store.

  4. Dalam layar New Store yang dimunculkan, masukkan informasi store yang meliputi Website, Name, dan Root Category. Gambar berikut menunjukkan contoh layar New Store.

    Layar New Store Magento Commerce

Ulangi langkah-langkah di atas untuk membuat store Baju Anak. Untuk store Baju Dewasa kita bisa menggunakan store default setelah namanya diubah menjadi Baju Dewasa.

Membuat Store View Magento

Store view kebanyakan digunakan untuk konfigurasi multi bahasa untuk setiap store. Dalam demo ini, kita pun menggunakan store view untuk keperluan tersebut. Untuk store Baju Anak terdapat dua store view yaitu:

  • anak, store view Baju Anak berbahasa Indonesia
  • children, store view Baju Anak berbahasa Inggris

Demikian pula untuk store Baju Dewasa yang memiliki dua store view yaitu:

  • dewasa, store view Baju Dewasa berbahasa Indonesia
  • parent, store view Baju Dewasa berbahasa Inggris

Catatan: Agar Magento Commerce bisa menggunakan Bahasa Indonesia, kita perlu mengunduh lokal Bahasa Indonesia dan menaruh berkas unduhan tersebut dalam direktori /var/magento/app/locale/id_ID. Lokal Bahasa Indonesia untuk Magento Commerce bisa diunduh dari alamat berikut ini: http://www.magentocommerce.com/boards/viewthread/760/.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat store view dalam Magento Commerce:

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu System > Manage Stores.

  3. Klik tombol Create Store View.

  4. Dalam layar New Store View yang dimunculkan, masukkan informasi store view yang meliputi Store, Name, Code, Status dan Sort order. Gambar berikut menunjukkan contoh layar New Store View.

    Layar New Store View Magento Commerce

Ulangi langkah-langkah di atas untuk membuat store view sisanya sesuai keperluan.

Skup Konfigurasi dalam Magento

Sampai di sini kita sudah membuat website, store, dan store view dalam Magento Commerce. Langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi untuk masing-masing website, store, dan store view agar setiap entitas yang kita definisikan berjalan dengan benar.

Dalam layar administrasi Magento Commerce, pilih menu System > Configuration. Perhatikan layar di bagian kiri atas terdapat kotak Current Configuration Scope. Fungsi kotak ini adalah untuk mengatur skup dari konfigurasi yang kita lakukan.

Dalam Magento Commerce skup konfigurasi bisa diatur pada tingkat global, website, dan store view. Kita bisa memilih global, website tertentu, atau store view tertentu yang akan kita atur. Gambar berikut ini menunjukkan isi dari pilihan dalam kotak Current Configuration Scope dalam toko online yang sedang kita demokan.

Skup konfigurasi Magento Commerce

Konfigurasi Global

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan konfigurasi Magento Commerce di tingkat global:

  1. Pilih Default Config dalam Current Configuration Scope.

  2. Pilih Web dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar).

  3. Pilih Yes pada isian Add Store Code to Urls.

  4. Pilih Yes pada isian Use Web Server Rewrites.

Konfigurasi Website

Setiap website yang didefinisikan dalam Magento Commerce bisa memiliki konfigurasi yang unik. Salah satu konfigurasi penting yang perlu dilakukan pada tingkat website adalah Base URL.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan konfigurasi Magento Commerce untuk website toko-baju.local:

  1. Pilih toko-baju.local dalam Current Configuration Scope.

  2. Pilih Web dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar).

  3. Dalam isian Base URL dalam kelompok Unsecure, kosongkan kotak Use default, lalu masukkan http://toko-baju.local.

  4. Lakukan hal yang sama untuk Base URL dalam kelompok Secure. (Kita tidak menggunakan protokol HTTPS untuk secure connection).

Ulangi langkah-langkah di atas untuk melakukan konfigurasi website http://toko-sepeda.local.

Konfigurasi Store View

Sama halnya dengan website, setiap store view juga bisa memiliki konfigurasi yang unik.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan konfigurasi Magento Commerce untuk store view Baju Anak:

  1. Pilih Baju Anak dalam Current Configuration Scope.

  2. Pilih General dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar).

  3. Dalam isian Locale, kosongkan kotak Use website, lalu pilih Indonesian (Indonesia) pada isian Locale.

  4. Pilih Design dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar). Dalam form yang ditampilkan, kosongkan kotak Use website untuk setiap isian yang dirasa unik untuk store view, misalnya Default Title, Default Description, Default Keywords, Logo Image Src, dan lain-lain. Lalu masukkan nilai yang sesuai untuk isian tersebut.

Ulangi langkah-langkah di atas untuk semua store view sisanya.

Menyunting index.php

Sebagai langkah terakhir, kita perlu menyunting index.php agar multiple website bisa berjalan dengan benar. Buka index.php dalam sebuah editor teks, lalu ganti baris berikut ini:

Mage::run();

menjadi

switch($_SERVER['HTTP_HOST']) {
case 'toko-sepeda.local':
Mage::run('toko_sepeda', 'website');
break;
default:
Mage::run();
break;
}

Lakukan Test

Buka browser untuk mengakses setiap store view yang sudah kita konfigurasi dan pastikan bahwa browser sudah menunjukkan layar yang sesuai dengan konfigurasi yang kita masukkan. Berikut ini contoh hasil test untuk dua store view yaitu Toko Baju Dewasa (Bahasa Indonesia) dan Toko Baju Anak (Bahasa Inggris).

Hasil test store view Toko Baju Dewasa

Hasil test store view Toko Baju Anak

Kesimpulan

Magento Commerce memiliki fitur yang sangat handal berupa kemampuannya membentuk multiple store dengan cukup hanya memiliki satu instalasi. Dalam posting ini telah dijelaskan bagaimana cara melakukan konfigurasi multiple store dalam Magento Commerce dimulai dari konfigurasi web server sampai menyunting berkas-berkas yang diperlukan agar multiple store dalam Magento Commerce bisa berjalan dengan baik.


dicopas dari http://suhanto.com/multiple-store-magento-commerce

Minggu, 20 Juni 2010

Multiple Store

Multiple Store di Magento Commerce

Multiple store MagentoMagento Commerce memungkinkan pemilik toko online mempunyai banyak toko (multiple store) dengan hanya satu instalasi atau satu web hosting. Dalam posting ini saya akan menjelaskan bagaimana cara melakukan hal tersebut. Dengan hanya memiliki satu instalasi untuk banyak toko online, kita memiliki benefit berupa kemudahan maintenance dan upgrade pada saat versi Magento Commerce yang baru sudah terbit. Disamping itu space hard disk yang dibutuhkan juga menjadi lebih hemat.

Benefit yang lebih besar dari multiple store di Magento diperoleh apabila kita hendak membuat sebuah mall virtual. Di dunia nyata kita sering mengunjungi sebuah mall, ITC, atau kompleks ruko dimana di dalamnya terdapat banyak toko dengan penjual yang berbeda. Di dunia maya, kita pun bisa punya semacam mall virtual. Misalnya mall virtual kita namai mallsaya.com, setiap penjual yang terdaftar dalam mallsaya.com bisa memiliki nama-nama seperti berikut ini:

  • butik-bandung.mallsaya.com
  • distro-jeans.mallsaya.com
  • koleksi-perhiasan.mallsaya.com

OK mari kita mulai membuat multiple store di Magento Commerce. Sebelumnya kita mesti mempunyai instalasi Magento Commerce yang bisa kita akses sebagai administrator. Kita bisa menggunakan instalasi Magento Commerce dalam web hosting maupun komputer lokal. Dalam posting ini saya akan menggunakan konfigurasi dan instalasi Magento Commerce di komputer lokal.

Catatan: Untuk keperluan demo dan coba-coba, sebaiknya kita menggunakan instalasi Magento Commerce di komputer lokal. Dengan instalasi lokal kita bisa lebih cepat dan bebas melakukan banyak hal. Posting saya yang berjudul Install Magento di Komputer menjelaskan dengan detil teknis untuk melakukan hal ini.

Sebelum mulai, kita juga perlu memahami arsitektur multiple store dalam Magento Commerce. Posting saya yang berjudul Arsitektur Magento Commerce menjelaskan secara konseptual tingkatan hirarki Magento Commerce dan terminologi yang digunakan di dalamnya.

Skenario Multiple Store Magento Commerce

Begitu fleksibelnya Magento Commerce, membuatnya bisa dikonfigurasi dengan cara yang bermacam-macam. Agar fokus ke konfigurasi tertentu, untuk keperluan demo ini, kita akan membuat Magento Commerce menjalankan tiga toko online yaitu:

  • toko-baju.local
  • apparel-store.local
  • toko-sepeda.local

toko-baju.com terdiri atas dua kategori besar yaitu anak dan dewasa, sehingga pelanggan bisa mengakses dua kategori besar tersebut dengan URL berikut ini:

  • toko-baju.local/anak
  • toko-baju.local/dewasa

Dalam Magento Commerce, dua kategori besar tersebut disebut dengan store view.

apparel-store.local adalah alias dari toko-baju.local. Bedanya, kalau toko-baju.local berbahasa Indonesia, apparel-store.local berbahasa Inggris. Karena toko-baju.local terdiri atas dua store view, demikian pula apparel-store.local, yang terdiri atas dua store view berikut ini:

  • apparel-store.local/children, versi bahasa Inggris dari toko-baju.local/anak
  • apparel-store.local/parent, versi bahasa Inggris dari toko-baju.local/dewasa

Shared Web Hosting dan Virtual Host

Konfigurasi Magento Commerce yang kita buat di dalam skenario mengharuskan kita memiliki multiple domain. Sedangkan instalasi Magento Commerce yang dibuat hanya satu, atau hanya memerlukan satu web hosting. Agar multiple domain bisa menggunakan satu web hosting yang sama, kita harus memahami konsep shared web hosting dan virtual host. Apache2, sebagai server web yang kita pakai untuk menjalankan Magento Commerce mendukung fitur virtual host ini.

Berikut ini konfigurasi shared web hosting dan virtual host dalam server yang menjalankan Magento Commerce untuk demo ini.

Shared Web Hosting

Dalam konfigurasi shared web hosting, Magento Commerce kita tempatkan dalam sistem berkas server Linux. Kita bisa menempatkan sistem berkas ini di mana saja sesuai dengan konvensi penempatan berkas hosting yang disukai. Dalam demo ini, saya menempatkan berkas-berkas Magento Commerce dalam /var/magento.

Virtual Host

Terdapat tiga nama domain berbeda yang akan mengakses shared web hosting Magento Commerce, sehingga kita perlu membuatkan tiga konfigurasi virtual host dalam Apache2.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat virtual host toko-baju.local.

  1. Login dengan user root ke server virtual menggunakan jendela PuTTY.

  2. Pindah direktori ke /etc/apache2/sites-available dengan mengetikkan perintah berikut:

    cd /etc/apache2/sites-available
  3. Salin berkas default ke berkas toko-baju dengan menggunakan perintah berikut:

    cp default toko-baju
  4. Sunting berkas toko-baju agar baris ke-2 hingga baris ke-16 isinya menjadi seperti berikut:

    ServerName toko-baju.local
    ServerAlias *.toko-baju.local
    ServerAdmin webmaster@localhost
    DocumentRoot /var/magento

    Options FollowSymLinks
    AllowOverride All


    Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
    AllowOverride All
    Order allow,deny
    allow from all

  5. Lakukan registrasi virtual host yang baru saja dibuat dengan mengetikkan perintah berikut:

    a2ensite toko-baju
  6. Reload Apache2 agar mengenali virtual host yang baru saja dibuat dengan mengetikkan perintah berikut:

    /etc/init.d/apache2 reload
  7. Buka /etc/hosts, lalu masukkan pemetaan antara alamat IP dengan toko-baju.local, seperti contoh berikut ini:

    192.168.56.103 toko-baju.local
  8. Dalam Windows (Vista atau 7), buka C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts, lalu masukkan pemetaan antara alamat IP dengan toko-baju.local, seperti dalam langkah sebelumnya.

  9. Buka browser, lalu akses http://toko-baju.local. Apabila browser menampilkan situs Magento Commerce, berarti konfigurasi virtual host telah berhasil dilakukan.

Lakukan langkah-langkah yang sama untuk konfigurasi virtual host domain apparel-store.local dan toko-sepeda.local.

Konfigurasi Multiple Store Magento

Magento Commerce mempunyai layar administrasi khusus yang digunakan untuk konfigurasi multiple store. Instalasi default hanya membuatkan satu website, satu store, dan satu store view. Melalui layar administrasi ini kita bisa menambahkan dan mengubah informasi mengenai website, store, dan store view.

Membuat Website Magento

Dalam instalasi standar Magento Commerce hanya ada satu website yang sudah terpasang, yaitu website default. Karena kita memiliki dua toko online masing-masing untuk toko-baju.local dan toko-sepatu.local, kita perlu membuat satu website baru untuk toko-sepatu.local. Sedangkan website default kita peruntukkan bagi toko-baju.local.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat website baru dalam Magento Commerce.

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu System > Manage Stores.

  3. Klik tombol Create Website.

  4. Dalam layar New Website yang dimunculkan, masukkan informasi website yang meliputi Name, Code, dan Sort order. Gambar berikut menunjukkan contoh layar New Website.

    Layar New Website Magento Commerce

Selain itu, kita juga perlu mengubah Name dari website default menjadi Toko Baju, agar lebih representatif, sesuai dengan nama tokonya.

Membuat Store Magento

Terdapat satu store dalam instalasi default Magento Commerce. Kita perlu membuat total tiga store untuk memenuhi kebutuhan toko online sesuai skenario. Ketiga store tersebut adalah:

  • Toko Baju Anak
  • Toko Baju Dewasa
  • Toko Sepeda

Setiap store menggunakan root category berbeda yang didefinisikan untuk masing-masing store. Root category ini adalah kategori yang membentuk hirarki sendiri yang bisa dipakai hanya untuk store tertentu. Untuk keperluan pembuatan multiple store, sebelum membuat store kita perlu membuat root category untuk store tersebut.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat root category baru dalam Magento Commerce.

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu Catalog > Manage Categories.

  3. Dalam layar New Category yang dimunculkan, isi informasi yang diperlukan untuk kategori baru. Jangan lupa untuk memilih Yes pada isian Is Active dan Is Anchor. Gambar berikut menunjukkan contoh layar pengisian New Category.

    Layar New Category Magento Commerce

Ulang langkah-langkah di atas untuk membuat root category Baju Dewasa dan Baju Anak. Masing-masing root category tersebut juga bisa memiliki sub kategori yang jumlah dan tingkatannya tidak terbatas sesuai kebutuhan. Dalam Gambar di atas terlihat bahwa root category Baju Dewasa mempunyai dua sub kategori, yaitu Pria dan Wanita. Sedangkan root category Baju Anak mempunyai dua sub kategori yaitu Laki-Laki dan Perempuan.

Setelah membuat root category, langkah selanjutnya adalah membuat store.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat store baru dalam Magento Commerce.

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu System > Manage Stores.

  3. Klik tombol Create Store.

  4. Dalam layar New Store yang dimunculkan, masukkan informasi store yang meliputi Website, Name, dan Root Category. Gambar berikut menunjukkan contoh layar New Store.

    Layar New Store Magento Commerce

Ulangi langkah-langkah di atas untuk membuat store Baju Anak. Untuk store Baju Dewasa kita bisa menggunakan store default setelah namanya diubah menjadi Baju Dewasa.

Membuat Store View Magento

Store view kebanyakan digunakan untuk konfigurasi multi bahasa untuk setiap store. Dalam demo ini, kita pun menggunakan store view untuk keperluan tersebut. Untuk store Baju Anak terdapat dua store view yaitu:

  • anak, store view Baju Anak berbahasa Indonesia
  • children, store view Baju Anak berbahasa Inggris

Demikian pula untuk store Baju Dewasa yang memiliki dua store view yaitu:

  • dewasa, store view Baju Dewasa berbahasa Indonesia
  • parent, store view Baju Dewasa berbahasa Inggris

Catatan: Agar Magento Commerce bisa menggunakan Bahasa Indonesia, kita perlu mengunduh lokal Bahasa Indonesia dan menaruh berkas unduhan tersebut dalam direktori /var/magento/app/locale/id_ID. Lokal Bahasa Indonesia untuk Magento Commerce bisa diunduh dari alamat berikut ini: http://www.magentocommerce.com/boards/viewthread/760/.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat store view dalam Magento Commerce:

  1. Login ke layar administrasi Magento Commerce.

  2. Pilih menu System > Manage Stores.

  3. Klik tombol Create Store View.

  4. Dalam layar New Store View yang dimunculkan, masukkan informasi store view yang meliputi Store, Name, Code, Status dan Sort order. Gambar berikut menunjukkan contoh layar New Store View.

    Layar New Store View Magento Commerce

Ulangi langkah-langkah di atas untuk membuat store view sisanya sesuai keperluan.

Skup Konfigurasi dalam Magento

Sampai di sini kita sudah membuat website, store, dan store view dalam Magento Commerce. Langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi untuk masing-masing website, store, dan store view agar setiap entitas yang kita definisikan berjalan dengan benar.

Dalam layar administrasi Magento Commerce, pilih menu System > Configuration. Perhatikan layar di bagian kiri atas terdapat kotak Current Configuration Scope. Fungsi kotak ini adalah untuk mengatur skup dari konfigurasi yang kita lakukan.

Dalam Magento Commerce skup konfigurasi bisa diatur pada tingkat global, website, dan store view. Kita bisa memilih global, website tertentu, atau store view tertentu yang akan kita atur. Gambar berikut ini menunjukkan isi dari pilihan dalam kotak Current Configuration Scope dalam toko online yang sedang kita demokan.

Skup konfigurasi Magento Commerce

Konfigurasi Global

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan konfigurasi Magento Commerce di tingkat global:

  1. Pilih Default Config dalam Current Configuration Scope.

  2. Pilih Web dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar).

  3. Pilih Yes pada isian Add Store Code to Urls.

  4. Pilih Yes pada isian Use Web Server Rewrites.

Konfigurasi Website

Setiap website yang didefinisikan dalam Magento Commerce bisa memiliki konfigurasi yang unik. Salah satu konfigurasi penting yang perlu dilakukan pada tingkat website adalah Base URL.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan konfigurasi Magento Commerce untuk website toko-baju.local:

  1. Pilih toko-baju.local dalam Current Configuration Scope.

  2. Pilih Web dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar).

  3. Dalam isian Base URL dalam kelompok Unsecure, kosongkan kotak Use default, lalu masukkan http://toko-baju.local.

  4. Lakukan hal yang sama untuk Base URL dalam kelompok Secure. (Kita tidak menggunakan protokol HTTPS untuk secure connection).

Ulangi langkah-langkah di atas untuk melakukan konfigurasi website http://toko-sepeda.local.

Konfigurasi Store View

Sama halnya dengan website, setiap store view juga bisa memiliki konfigurasi yang unik.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan konfigurasi Magento Commerce untuk store view Baju Anak:

  1. Pilih Baju Anak dalam Current Configuration Scope.

  2. Pilih General dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar).

  3. Dalam isian Locale, kosongkan kotak Use website, lalu pilih Indonesian (Indonesia) pada isian Locale.

  4. Pilih Design dari kelompok General pada menu Configuration (terletak di bagian kiri layar). Dalam form yang ditampilkan, kosongkan kotak Use website untuk setiap isian yang dirasa unik untuk store view, misalnya Default Title, Default Description, Default Keywords, Logo Image Src, dan lain-lain. Lalu masukkan nilai yang sesuai untuk isian tersebut.

Ulangi langkah-langkah di atas untuk semua store view sisanya.

Menyunting index.php

Sebagai langkah terakhir, kita perlu menyunting index.php agar multiple website bisa berjalan dengan benar. Buka index.php dalam sebuah editor teks, lalu ganti baris berikut ini:

Mage::run();

menjadi

switch($_SERVER['HTTP_HOST']) {
case 'toko-sepeda.local':
Mage::run('toko_sepeda', 'website');
break;
default:
Mage::run();
break;
}

Lakukan Test

Buka browser untuk mengakses setiap store view yang sudah kita konfigurasi dan pastikan bahwa browser sudah menunjukkan layar yang sesuai dengan konfigurasi yang kita masukkan. Berikut ini contoh hasil test untuk dua store view yaitu Toko Baju Dewasa (Bahasa Indonesia) dan Toko Baju Anak (Bahasa Inggris).

Hasil test store view Toko Baju Dewasa

Hasil test store view Toko Baju Anak

Kesimpulan

Magento Commerce memiliki fitur yang sangat handal berupa kemampuannya membentuk multiple store dengan cukup hanya memiliki satu instalasi. Dalam posting ini telah dijelaskan bagaimana cara melakukan konfigurasi multiple store dalam Magento Commerce dimulai dari konfigurasi web server sampai menyunting berkas-berkas yang diperlukan agar multiple store dalam Magento Commerce bisa berjalan dengan baik.


dicopas dari http://suhanto.com/multiple-store-magento-commerce