| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Memberikan referensi produk kesehatan, property, dan berbagai hal yang bermanfaat.
Senin, 10 Januari 2011
Best seller Buku Komputer
Rabu, 05 Januari 2011
Situs untuk anak2 dan orang tua
Bingung mencari situs buat keluarga terutama buat anak2? nah inlah situs yang saya temukan disaat sedang iseng menjelajahhi dunia maya dengan mbah google, nama situsnya http://www.sekolahrumah.com berisi berbagai macam informasi2 yang pantas dibaca buat anak2..nah salah satu artikelnya bisa di baca di bawah ini.
Bagaimana anak unschooling belajar?
| Sharing | |
| Written by Dita Maulina | |
| Setiap kali ada yang menanyakan bagaimana Nadya belajar, selalu saya jawab, ya melalui apa yang dia lewati sehari-hari. Learning through living. Aku mengikuti apa yang menjadi minatnya, dan kemudian kami bersama-sama mengeksplorasinya.
Setelah itu ada banyak pertanyaan lagi, “Kalau harus mengikuti dan mendalami apa yang dimaui anak, bagaimana dia tahu ada hal lain yang lebih menarik? Bukankah lebih baik kita kenalkan dia akan berbagai macam topik, kegiatan, materi, sehingga wawasannya menjadi lebih terbuka?
Biasanya aku akan menjawab seperti ini, “Daripada aku kehabisan energi untuk menyakinkan anakku untuk mencoba hal baru, lebih baik energiku aku keluarkan untuk mendampinginya mengeksplorasi hal-hal yang ia suka” (mengutip tulisan dari Pam Laricchia di artikel http://www.nipissingu.ca/jual/Archives/v111/v1111.asp
“The world is out there and you want to your child to explore it! But, while you’re busy trying to convince your child to try new things, you might just be missing another exciting way to explore the world: through their interest.”
Pam bercerita bagaimana dia mendampingi anaknya mengeksplorasi apa yang mereka suka. Putranya, Joseph (14 tahun) sangat tergila-gila video games – RPG (role playing games). Dan ia memberikan kebebasan kepada Joseph untuk bermain video games sepuasnya, sambil ia dampingi dan ikut berperan sebagai patner Joseph dalam mengeksplorasi gamesnya. Pertama kali Joseph mengenal jenis permainan ini saat ia berusia 7 tahun. Ia memutuskan untuk ikut bermain games. Ia ingin tahu hal ‘asyik’ apa yang ada di games tersebut yang membuat anaknya begitu antusias bermain. Bersama Joseph, Pam ikut belajar tentang video games.
Tidak butuh waktu lama bagi Pam untuk menyadari, bahwa melalui mainan favoritnya Joseph belajar akan banyak hal – dunia terbuka dan terbentang luas melalui permainan yang ia lakukan. Diantaranya:
Membaca. Untuk bermain video games-terutama jenis RPG, selalu ada cerita yang melatarbelakangi sebagai intro/pengenalan akan games tersebut. Jika anak kita belum bisa membaca, kita dapat membacakannya, sehingga ia tidak hanya sekedar bermain, tapi juga dapat menikmati permainan dan mengikuti jalan ceritanya. Selain itu sebelum bermain kita butuh untuk membaca panduan permainan, reviews tentang permainan tersebut, artikel-artikel di majalah games yang memuat tentang permainan tersebut.
Penelitian: Dalam mencari informasi akan games yang sedang ia mainkan, Joseph sudah melakukan kegiatan penelitian (research skills). Menemukan dan mengevaluasi berbagai informasi yang ia temukan. Ia browsing via internet tentang segala sesuatu yang ingin ia ketahui tentang games yang ia mainkan, ia jelajahi beberapa fan sites ttg games tersebut, ia telaah/ analisa artikel yang ia baca, solusi yang ia temukan langsung dipraktekkan. Kemampuan untuk meneliti ini berkembang secara natural, ia ingin tahu akan sesuatu dan berusaha mencari jawabannya untuk dapat menyelesaikan gamesnya.
Menulis: Kemampuan menulis Joseph mau tidak mau terasah, saat ia menuliskan pertanyaan di ‘message board’ situs games yang sedang ia mainkan. Menulis secara singkat, padat dan jelas, dengan tanda baca dan pengejaan yang tepat, tentunya membutuhkan ketrampilan sendiri.
Matematika: banyak sekali komponen matematika yang ditemukan dalam suatu games. Variabel kesehatan tokohnya, diagram persenjataan, sistem barter, tingkat keahliannya, statistik kekuatan, dll. Variabel-variabel ini menentukan kemajuan tingkat kemajuan seorang player. Selain itu logika berpikir sangat dibutuhkan dalam bermain games. Tidak jarang seseorang player harus memecahkan persamaan aljabar untuk dapat menemukan jawaban berapa langkah yang harus ditempuh untuk ke target berikutnya. Intinya ditemukan 1001 macam persoalan matematikan yang harus dipahami oleh seorang player untuk dapat menyelesaikan permainannya.
Mythology, sejarah, bahasa, budaya, seni, musik, programming, social skill,adalah beberapa hal lain yang Joseph pelajari melalui kesenangannya bermain video games.
Learning is about making connections – connecting new information to something you already know. It helps to recognize that the best learning is really by product of living: having a real, concrete reason to learn something is great motivation.
Hal yang kurang lebih sama terjadi juga di Nadya (4,5tahun). Perkenalan pertamanya dengan film-film disney saat ia menginjak usia 2,5tahun. Saat itu aku belikan film The Lion King. Entah sudah berapa puluh kali film itu diputar, dia sampai hafal dialognya, lagu-lagunya, dan bagian favoritnya. Sambil menonton film itu, sesekali dia bertanya, nama hewan, apa makanannya, tinggal dimana, kebiasaan-kebiasaan mereka, karakteristik mereka. Ia ikut bersama denganku saat mencari informasi tentang binatang-binatang tersebut. Ia meminta dibelikan buku-buku tentang hewan dan meminta dibacakan, menggambar hewan-hewan favoritnya. Tidak jarang aku meminta dia untuk menceritakan kembali film yang ia lihat, aku tanyakan pendapatnya tentang beberapa adegan yang ada, aku tanyakan apa pendapatnya tentang film tersebut, apa yang dia tangkap dari film tersebut, terkadang kami membuat cerita sendiri berdasarkan tokoh dari film yang kami tonton, buat lapbooknya, dll
Hal yang sama tetap kami lakukan dengan film lain yang menjadi favoritnya dari produksi disney/pixar, seperti Mulan, Peterpan, Finding Nemo, Ice Age, Little Eisntein, Dinosaurus, dan yang saat ini masih sangat dia sukai adalah Cars.
Dari film-film yang dia tonton ini, minatnya menjadi lebih luas lagi, ia belajar sendiri untuk dapat mengapung dan menyelam di kolam renang beberapa hari yang lalu. Tidak mau aku bantu atau dipegang badannya. Dengan caranya sendiri ia menemukan cara mengapung di kolam – terinspirasi dari ikan-ikan dalam Finding Nemo atau Jane dalam Peter Pan. Ia ingin bisa bermain biola seperti Quincy – itu sebabnya ia meminta Papanya untuk mengajarkan dia bermain biola. Ia ingin bisa menari seperti June – sehingga ia mengikuti gaya June dan menari setiap ada lagu-lagu favoritnya diputar. Ia senang bernyanyi sambil memegang mic seperti Annie (sudah beberapa kali dipraktekkan di depan umum – begitu lihat mic nganggur langsung pingin nyanyi) – semua itu didapatnya dari film Little Einstein.
Nadya belajar banyak dari film-film yang dilihatnya ini, bahasa inggris, seni, musik, sejarah, drama, research skills, membaca, bercocok tanam, berenang, dll. Saya tidak perlu mengarahkan dia untuk belajar ini itu, cukup dengan mendampinginya secara aktif, bersama-sama mengeksplorasi, bermain bersama, maka ia mendapati luasnya dunia melalui cara yang dia suka.
With unschooling learning new facts and skills is more a side effect: bits and pieces on information they need to know along a way to accomplishing something. So whatever they are interested in at the moment will be the basic for the best learning. Not to mention the most fun and interesting. Artikel-artikel lain dapat dibaca di http://www.sekolahrumah.com | |